MERANTI, TanahIndonesia.id - Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 yang digelar di Halaman Mako Polres Kepulauan Meranti, Kamis (12/03/2026). Ikut mendampingi dalam apel tersebut, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi.
Apel tersebut diawali dengan pemasangan pita secara simbolis kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Muzamil Baharudin menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri.
“Apel gelar pasukan ini wujud komitmen bersama dalam memastikan pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa situasi global saat ini menunjukkan berbagai dinamika yang berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Mulai dari konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah hingga ketegangan geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.
Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat berimbas pada stabilitas ekonomi global dan nasional, termasuk potensi melemahnya nilai tukar rupiah, meningkatnya harga komoditas, serta tekanan terhadap daya beli masyarakat.
"Meski demikian, pemerintah Indonesia terus berperan aktif dalam upaya diplomasi internasional guna mendorong terciptanya perdamaian dunia dan menjaga stabilitas global," ungkapnya.
Melalui Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026, pemerintah daerah bersama TNI-Polri serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan mudik maupun merayakan Idulfitri di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Apel gelar pasukan tersebut turut diikuti unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, serta berbagai instansi terkait lainnya.
Operasi ini akan difokuskan pada pengamanan arus mudik, tempat ibadah, pusat keramaian, hingga objek vital guna memastikan situasi tetap kondusif selama perayaan Idul fitri.(Bom)