TEMBILAHAN, TanahIndonesia.id - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus meluas. Hingga Senin (30/3/2026), total luasan lahan yang terbakar mencapai sekitar 35 hektare dan tersebar di tiga kecamatan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah titik kebakaran, yakni di Desa Teluk Nibung Kecamatan Pulau Burung, Desa Bekawan Dalam Kecamatan Mandah, serta Desa Pasir Mas Kecamatan Batang Tuaka.
Dari tiga lokasi tersebut, kebakaran terparah terjadi di Desa Teluk Nibung dengan luasan mencapai sekitar 20 hektare. Api di wilayah ini telah membakar lahan selama empat hari dan hingga kini masih dalam proses pemadaman dan pendinginan.
Sementara itu, di Desa Bekawan Dalam, Kecamatan Mandah, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Penanganan di wilayah ini telah memasuki hari ketiga dan difokuskan pada tahap pendinginan.
Sedangkan di Desa Pasir Mas, Kecamatan Batang Tuaka, kebakaran dengan luasan sekitar 5 hektare masih dalam proses pemadaman. Kebakaran di lokasi ini juga telah berlangsung selama empat hari.
Kalaksa BPBD Inhil, R Arliansyah, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ari Syuria mengatakan, pihaknya terus mengerahkan tim gabungan untuk mengendalikan kebakaran di tiga titik tersebut.
"Pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan. Kendala di lapangan di antaranya angin kencang, cuaca panas, serta sumber air yang terbatas," ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah titik kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga, sehingga penanganan diprioritaskan agar api tidak meluas ke area tersebut.
"Tim di lapangan sudah empat hari tidak mengenal lelah. Mereka bertaruh tenaga dan kesehatan demi memastikan api tidak kembali berkobar. Namun, upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh petugas," tegasnya.
Selain kondisi cuaca, akses menuju lokasi kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa titik hanya dapat dijangkau dengan sarana terbatas, sehingga memperlambat proses pemadaman.
BPBD Inhil juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk perusahaan dan pemangku kepentingan, untuk bersama-sama mencegah Karhutla.
"Indragiri Hilir ini milik kita bersama. Kami mengimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melapor jika menemukan titik api," tutupnya.
Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, aparat desa, dan masyarakat masih terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di seluruh lokasi terdampak.(**)