Bripka Erwin Sambangi Peternakan Sapi Sencalang, Polri Kawal Ketahanan Pangan dari Kandang Warga

Rabu, 03 Juni 2026 | 11:10:36 WIB

KERITANG – Langkah kaki Bripka Erwin berhenti di depan gerbang sederhana Parit Marga Sentosa, RT 002/RW 001, Dusun Balimau, Desa Sencalang. Selasa 2 Juni, Bhabinkamtibmas Polsek Keritang itu tidak datang membawa surat tilang, melainkan membawa semangat untuk mendampingi warga binaannya, Erdiansyah, seorang peternak sapi yang menggantungkan hidup pada setiap ekor ternak di kandangnya*

Desa Sencalang dikenal sebagai salah satu wilayah di Kecamatan Keritang yang masih mengandalkan sektor pertanian dan peternakan sebagai tumpuan ekonomi. Di sinilah program ketahanan pangan nasional diuji, bukan di atas meja rapat, tapi di dalam kandang yang basah oleh keringat peternak.

Kedatangan Bripka Erwin disambut Erdiansyah dengan senyum. Keduanya berjalan menyusuri deretan kandang, mengamati kondisi sapi satu per satu. Ada yang sedang mengunyah rumput, ada yang berdiri menatap tamunya, seolah tahu bahwa kehadiran polisi kali ini membawa kabar baik.

Bripka Erwin tidak hanya melihat dari luar. Ia bertanya detail soal ketersediaan pakan, bagaimana Erdiansyah mengatur jadwal pemberian makan, dan apakah ada kendala dalam mencari hijauan di musim kemarau yang mulai terasa.

Percakapan berlanjut ke soal kebersihan kandang. Bripka Erwin mengingatkan pentingnya menjaga sanitasi agar penyakit tidak mudah menyerang ternak. Bau kandang yang terawat, katanya, adalah bukti kerja keras peternak dan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Erdiansyah menjelaskan, ia rutin membersihkan kandang setiap pagi dan sore. Jerami bekas pakan dikumpulkan, kotoran sapi dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman di sekitar rumah. Siklus sederhana itu, menurutnya, sudah ia jalani sejak mulai beternak beberapa tahun lalu.

Selain aspek teknis, Bripka Erwin juga menitipkan pesan kamtibmas. Ia mengingatkan Erdiansyah untuk waspada terhadap potensi pencurian hewan ternak atau curnak, yang kerap meresahkan peternak di beberapa daerah. Kunci kandang, pencahayaan malam, dan komunikasi dengan tetangga disebut sebagai langkah sederhana namun penting.

“Kehadiran kami di tengah para peternak ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan. Kami ingin memastikan aktivitas perekonomian warga di sektor peternakan berjalan lancar dan minim kendala,” ujar Bripka Erwin dengan nada tenang.

Erdiansyah mendengarkan dengan saksama. Bagi peternak, kunjungan Bhabinkamtibmas bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal pengakuan bahwa kerja mereka diperhatikan oleh negara melalui aparat terdekat di desa.

“Kami merasa sangat terbantu dengan kunjungan ini. Kehadiran Pak Bhabin membuat kami merasa lebih aman, dan arahan yang diberikan sangat bermanfaat untuk kemajuan usaha peternakan kami,” ungkap Erdiansyah, suaranya terdengar lega.

Bripka Erwin kemudian memberi motivasi agar Erdiansyah terus meningkatkan kapasitas produksi. Dengan jumlah sapi yang ada, peluang menambah ternak atau memperluas kandang masih terbuka, asal manajemen pakan dan perawatan dijaga.

Dialog itu berlangsung santai, diapit suara sapi dan angin yang berembus dari kebun di belakang rumah. Tidak ada jarak antara polisi dan warga, karena keduanya duduk di bangku kayu yang sama, membicarakan masa depan ternak dan masa depan desa.

Kegiatan sambang seperti ini, menurut Polsek Keritang, akan terus dilakukan secara rutin. Bhabinkamtibmas didorong tidak hanya hadir saat ada laporan, tapi juga saat warga sedang membangun ekonomi dari sektor riil seperti peternakan dan pertanian.

Bagi Polri, menjaga ketahanan pangan berarti menjaga setiap sumber kehidupan yang tumbuh dari tangan warga. Dari sawah, ke kebun buah naga, kini ke kandang sapi, Polsek Keritang menunjukkan wajah pengabdian yang dekat dengan denyut nadi masyarakat.

Sinergi antara Polri dan peternak diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi swasembada pangan di tingkat desa. Ketika peternak merasa aman, termotivasi, dan didampingi, maka roda perekonomian akan berputar lebih stabil.

Hari itu, di Parit Marga Sentosa, Bripka Erwin pamit dengan jabat tangan erat bersama Erdiansyah. Di belakang mereka, sapi-sapi masih mengunyah, seolah ikut mengamini bahwa ketahanan pangan negeri ini sedang dipelihara, satu kandang dalam satu waktu. (*)

Terkini