Server Sempat Tersendat, Disdik Pastikan Harapan Anak Inhil Tak Pernah Padam

Selasa, 16 Juni 2026 | 19:32:10 WIB
Foto : Kepala Disdik Inhil, Abdul Rasyid

TEMBILAHAN – Ada rindu yang panjang di mata orang tua setiap kali musim penerimaan murid baru tiba. Rindu itu bernama harapan. Harapan agar anaknya bisa duduk di bangku sekolah, membaca huruf pertama, dan menulis cita-cita pertamanya. Tahun ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir menjawab rindu itu dengan langkah pasti.

Disdik Inhil resmi membuka tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. Kali ini pendaftaran dilakukan secara elektronik, bergandeng tangan dengan Diskominfosantik Inhil. Bukan untuk mempersulit, tetapi untuk memastikan setiap kursi di SD dan SMP diisi dengan cara yang adil, terbuka, dan tanpa pungutan biaya sepeser pun.

Kami tahu, teknologi kadang membuat cemas. Kepala Disdik Inhil, Abdul Rasyid, mendengar laporan orang tua tentang aplikasi i-Potret yang sempat melambat hingga gangguan server saat registrasi mandiri. Ia tidak menepis. Ia justru mendekat.  
 

“Dinas Pendidikan bersama tim teknis terus melakukan optimalisasi server agar proses pendaftaran dapat berjalan lebih stabil. Kami juga memastikan pelayanan tetap berjalan dan masyarakat tetap dapat melakukan pendaftaran,” ujar Abdul Rasyid dengan tenang.

Karena Inhil mengerti, tidak semua orang tua punya gawai canggih atau waktu luang untuk memahami sistem. Karena itu sekolah diposisikan sebagai rumah kedua. Jika terkendala, orang tua cukup datang ke sekolah tujuan membawa berkas fisik. Panitia SPMB di setiap satuan pendidikan sudah disiagakan. Mereka membantu memindai, memverifikasi, sampai proses selesai. Tidak ada yang berjalan sendirian.

Pendaftaran berlangsung 15–17 Juni 2026 selama tiga hari. Disdik memberlakukan kuota harian agar server tidak roboh menahan derasnya harapan. Kuota murid disesuaikan dengan jumlah ruang kelas di Dapodik. Jika ada sekolah yang kursinya belum penuh, pintu pendaftaran akan dibuka lagi. Anak tetap diprioritaskan, bukan angka.

Imbauan lembut disampaikan untuk para kepala sekolah dan panitia. Berilah pelayanan yang humanis, terutama di sekolah dengan pendaftar tinggi serta di wilayah pesisir dan bantaran sungai yang jalannya sering basah oleh pasang. Di sanalah anak-anak tangguh tumbuh, dan di sanalah sekolah harus paling sabar menunggu.

Untuk orang tua, siapkan dokumen seperti Surat Keterangan Lulus, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan dokumen pendukung lainnya. Bawa semuanya ke sekolah. Biar guru yang membantu menata. Tugas orang tua cukup satu, mengantar anaknya ke gerbang masa depan.

Inhil percaya, pendidikan bukan hanya soal server yang stabil atau kuota yang pas. Pendidikan adalah soal hati yang mau menunggu, tangan yang mau membantu, dan keyakinan bahwa setiap anak berhak bermimpi. Dari Tembilahan hingga tepian sungai, Disdik ingin memastikan tak ada anak yang tertinggal.

Dengan koordinasi sekolah, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan, Disdik Inhil berharap SPMB 2026 berjalan lancar. Bukan hanya lancar di sistem, tetapi juga lancar di hati. Karena pada akhirnya, yang kita daftarkan bukan hanya nama di formulir, tetapi masa depan Indragiri Hilir yang cerdas dan berkarakter. (*)

Terkini