Keritang, Inhil – Di ujung jalan tanah Desa Pengalihan, ada harapan yang sedang dikandangkan. Bukan harapan kosong, tapi harapan yang mengembik, berlari, dan memberi kehidupan. Di sanalah, Aiptu Agus Riyono, Bhabinkamtibmas yang hatinya selalu pulang ke rakyat, menyambangi peternakan kambing PRT Sulsel milik Pak Herman.
Kunjungan itu bukan agenda seremonial. Tidak ada karpet merah, hanya alas tanah dan semangat gotong royong. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional, Aiptu Agus datang membawa telinga untuk mendengar, dan tangan untuk menguatkan.
Di kandang sederhana itu, obrolan mengalir hangat. Aiptu Agus bertanya tentang jumlah ternak, kondisi kesehatan kambing, pakan yang digunakan, hingga kendala yang sering membuat Pak Herman begadang. Setiap jawaban Pak Herman adalah cerita tentang perjuangan seorang ayah demi anak istrinya.
“Kambing ini bukan cuma hewan ternak, Pak. Ini tabungan kami. Ini biaya sekolah anak. Ini beras untuk dapur kalau hasil kebun lagi paceklik,” ujar Pak Herman lirih, sambil menabur rumput untuk kambing-kambingnya.
Mendengar itu, Aiptu Agus mengangguk. Ia paham, ketahanan pangan tidak dimulai dari ruang rapat ber-AC, tapi dari tetes keringat para peternak seperti Pak Herman. Dari situlah ia memberikan motivasi, agar Pak Herman tak berhenti. Karena setiap ekor kambing yang lahir, adalah satu langkah lebih dekat menuju Indonesia yang mandiri pangan.
Kapolsek Keritang *AKP Yosi Marlius* menegaskan, kegiatan sambang ini adalah wujud nyata implementasi Program Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya di bidang ketahanan pangan. Polri hadir bukan untuk menakutkan, tapi untuk mendampingi.
“Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan semangat kepada para peternak untuk terus meningkatkan produktivitas serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Keritang,” ujar *AKP Yosi Marlius* dengan nada penuh keyakinan.
Bagi AKP Yosi Marlius, polisi yang baik adalah polisi yang tahu nama peternak di wilayahnya, tahu berapa ekor kambing yang sakit, dan tahu mimpi apa yang sedang diperjuangkan warga. Karena keamanan sejati lahir dari perut yang kenyang dan masa depan yang pasti.
Di penghujung sambang, Aiptu Agus berpamitan dengan jabat tangan erat. Mata Pak Herman berkaca. Di kandang kecil itu, dua dunia bertemu: seragam cokelat dan baju lusuh peternak. Mereka berbeda tugas, tapi satu tujuan: menjaga Indonesia tetap kuat, dimulai dari Desa Pengalihan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir. (*)