PEKANBARU, TanahIndonesia.id - Wacana pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau mulai menghangat. Sejumlah tokoh olahraga mendorong agar proses pemilihan dilakukan secara terbuka dan kompetitif agar dunia olahraga Riau memiliki arah dan warna baru ke depan.
Ketua fraksi Gerindra DPRD Riau Ginda Burnama yang juga Cabang Olahraga (Cabor), sebagai ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kota Pekanbaru menyatakan dukungan penuh terhadap adanya kontestasi dalam pemilihan Ketua KONI Provinsi Riau tahun ini. Menurutnya, kehadiran lebih dari satu calon akan membuka ruang demokrasi dan memberikan pilihan terbaik bagi insan olahraga.
“Kita berharap KONI ini punya warna. Dengan adanya pemilihan dan munculnya calon-calon ketua, ini menjadi semangat bagi kita semua untuk berkontestasi secara sehat,” ujar Ginda, Senin (19/1/2026).
Ia menyebutkan, sejauh ini telah muncul sejumlah nama yang disebut-sebut akan maju, di antaranya berinisial IH serta Edi Basri. Kehadiran para calon tersebut dinilai sebagai momentum kebangkitan olahraga Riau.
“Ini menjadi energi baru. Saya berharap ketua-ketua KONI kabupaten/kota bisa memberikan dukungan sehingga benar-benar terjadi kontestasi. Dengan begitu, cabang-cabang olahraga juga punya harapan besar terhadap masa depan pembinaan dan prestasi,” jelasnya.
Ginda menilai selama ini banyak pengurus Cabor hanya mengikuti arus karena tidak adanya pilihan kepemimpinan. Dengan adanya pemilihan terbuka, para pemilik suara dapat melihat langsung visi dan misi calon ketua KONI.
“Kalau ada kontestasi, kita bisa melihat sosok, gagasan, dan program calon. Ini penting agar olahraga kita punya figur pemimpin yang jelas dan punya arah,” katanya.
Menanggapi wacana perlindungan atlet melalui Peraturan Daerah (Perda), Ginda menilai komitmen pemerintah daerah dan KONI jauh lebih penting daripada regulasi semata.
“Percuma ada perda kalau hak atlet tidak dipenuhi. Atlet berprestasi jangan hanya dipakai saat menang, tapi setelah itu tidak dibina. Tugas ketua KONI adalah memastikan kesejahteraan dan masa depan atlet,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan olahraga harus berbasis potensi daerah. Setiap kabupaten dan kota memiliki keunggulan masing-masing yang perlu digali dan dikembangkan secara serius oleh KONI Provinsi.
“Kita punya sejarah besar di olahraga. Ini saatnya bangkit. Kepemimpinan KONI ke depan harus fokus membangun daerah, memperbaiki komunikasi dengan cabor, dan membawa Riau kembali berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Dengan semakin menguatnya dorongan kontestasi, pemilihan Ketua KONI Provinsi Riau diharapkan menjadi momentum perubahan dan kebangkitan olahraga Bumi Lancang Kuning. ***

