Pencarian

Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Maazat Tegaskan Indonesia Selalu Bersama Palestina

Jakarta, TanahIndonesia.id - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dr. Syahrul Aidi Maazat, Lc. MA menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Republik Indonesia yang baru Abdalfatah A.K. Alsattari. Kunjungan kenegaraan courtesy call ini bagian dari penguatan hubungan bilateral antara Negara Palestina dengan Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Pimpinan BKSAP DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (10/03/2026). Pertemuan penuh dengan kehangatan dan kekeluargaan. Dimana, Abdalfatah A.K. Alsattari menggantikan Dubes Palestina sebelumnya, Zuhair Al-Shun. 

Pertemuan ini membahas terkait Hubungan Indonesia dan Palestina yang dibangun atas dasar sejarah, solidaritas, dan nilai kemanusiaan.

Ketua BKSAP DPR RI Dr Syahrul Aidi Maazat menegaskan kembali komitmennya bahwa Indonesia terus mendukung perjuangan rakyat Palestina. Melalui diplomasi parlemen, solidaritas masyarakat, dan kerja sama kemanusiaan, Indonesia akan bersama Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan, keadilan, dan perdamaian yang berkelanjutan.

"Indonesia tetap dan selalu berada di sisi rakyat Palestina sampai merdeka. Apapun dinamika yang terjadi saat ini, kemerdekaan Negara Palestina adalah harga mati bagi negara Indonesia." tegas Syahrul Aidi dalam keterangan tertulisnya. 

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari menyatakan bahwa Palestina menghargai sikap Indonesia dan percaya keberadaan Indonesia di Board of Peace (BoP) turut mendukung kemerdekaan Palestina.

Abdalfattah merasa  perlu melakukan kunjungan ke BKSAP DPR RI karena menganggap posisi BKSAP DPR RI strategis untuk melakukan lobi diplomatik di sidang-sidang parlemen dunia baik sidang internasional dan regional begitu juga melakukan diplomasi bilateral ke berbagai negara. 

 Abdalfattah mengucapkan terima kasih kepada parlemen Indonesia yang selalu lantang dalam memperjuangkan kedaulatan Palestina di forum internasional. 

Selain itu, diskusi tersebut juga menyinggung bagaimana peran pemuda Indonesia dalam kemerdekaan. Abdalfatah menyebut, pemuda Palestina bisa belajar dari pemuda Indonesia saat Sumpah Pemuda yaitu Bersatu untuk kemerdekaan.(**)