Keritang – Di bawah terik siang Sabtu, 23 Mei 2026, BRIPKA Erwin berjalan perlahan di antara barisan tanaman cabai milik Nur Cahyo di RT 003/RW 003 Dusun Kuala Sei Akar, Desa Sencalang.
Tangannya menyentuh daun yang mulai berbuah, matanya menelisik satu per satu batang yang dirawat dengan hati-hati. Bukan patroli keamanan yang ia bawa kali ini, melainkan pendampingan untuk menjaga harapan ketahanan pangan di tingkat desa.
Lahan seluas 20 x 20 meter itu menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang tak pernah mematikan semangat bertani. Di atas tanah itulah Nur Cahyo menaruh harapan untuk keluarga dan kebutuhan pangan warga sekitar.
BRIPKA Erwin datang bukan hanya sebagai aparat penegak hukum. Ia hadir sebagai pendengar, pemberi semangat, sekaligus jembatan antara petani dan program pemerintah. Diskusi kecil terjadi di sela bedengan, tentang hama, pupuk, dan pengairan.
“Kami ingin memastikan bahwa ketahanan pangan di tingkat desa berjalan mandiri dan kuat. Kebun cabai milik Pak Nur Cahyo ini adalah contoh nyata bagaimana pemanfaatan lahan pekarangan atau lahan terbatas bisa berdampak besar bagi ekonomi keluarga dan pemenuhan kebutuhan pangan lokal,” ujar BRIPKA Erwin pelan, seolah tak ingin mengganggu ketenangan kebun itu.
Bagi Nur Cahyo, kehadiran Bhabinkamtibmas yang rutin turun ke dusun membawa rasa tenang yang sulit diukur. Di tengah tantangan cuaca dan harga pupuk, semangat petani tetap menyala karena merasa didampingi.
“Kalau ada pak polisi datang, kami jadi lebih semangat. Rasanya ada yang peduli dengan kerja kami di kebun,” ucap Nur Cahyo sambil menunjuk bibit cabai yang baru ditanam.
Secara terpisah, Kapolsek Keritang AKP Yosi menyatakan bahwa aksi monitoring seperti ini adalah bentuk komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Ketahanan pangan, menurutnya, tak bisa dibangun dari meja kantor.
Dengan terjaganya sektor pertanian, stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Keritang diharapkan tetap kokoh dan kondusif. Dari Kuala Sei Akar, harapan itu kini tumbuh perlahan, seteguh cabai yang mulai merona di bawah langit Sencalang. (*)

