Pelangiran – Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukumnya, Polsek Pelangiran terus mengintensifkan kegiatan pencegahan melalui pendekatan humanis. Pada Senin (14/9/2026), dua personel BhabinKamtibmas Polsek Pelangiran turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan himbauan terkait bahaya Karhutla. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.
Kegiatan himbauan ini dilaksanakan sekira pukul 11.00 WIB di area Pasar Pelangiran, tepatnya di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Pelangiran. Lokasi yang strategis dan ramai dikunjungi warga ini dipilih agar pesan pencegahan Karhutla dapat tersampaikan secara luas kepada berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pedagang, pembeli, hingga pengunjung pasar lainnya. Kehadiran polisi di tengah keramaian pasar diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman api.
Dua personel BhabinKamtibmas yang bertindak sebagai pelaksana utama dalam giat ini adalah Aipda Antonius Hiras Sipahutar, S.H., Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang, dan Briptu Hermansyah Putra Siregar, Bhabinkamtibmas Desa Tagagiri. Keduanya menggunakan metode "Announcer" atau pengeras suara keliling yang dikenal dengan istilah "Halo-Halo" untuk menarik perhatian warga. Selain itu, mereka juga membagikan selembaran Maklumat Kapolda Riau kepada para warga yang ditemui di lokasi.
Dalam siaran himbauannya, para BhabinKamtibmas menyampaikan tiga poin penting yang harus dipatuhi oleh seluruh elemen masyarakat. Pertama, dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar, karena metode tersebut sangat berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan dan merusak ekosistem gambut. Pesan ini ditekankan mengingat kondisi tanah di wilayah Indragiri Hilir yang sebagian besar merupakan lahan gambut yang mudah terbakar jika terpapar api.
Poin kedua yang disampaikan secara khusus ditujukan bagi para pemancing dan pengguna area terbuka. Masyarakat dihimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di atas tanah gambut. Tindakan sepele seperti membuang puntung rokok yang masih menyala atau panas dapat menjadi pemicu awal terbakarnya lahan gambut yang kering. Oleh karena itu, kesadaran individu untuk membuang sampah pada tempatnya sangat diperlukan demi keselamatan bersama.
Selain pencegahan aktif, BhabinKamtibmas juga memberikan imbauan terkait langkah mitigasi kesehatan apabila terjadi pencemaran udara akibat Karhutla. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah jika kualitas udara memburuk. Langkah ini bertujuan untuk melindungi kesehatan pernapasan warga dari asap dan partikel berbahaya yang mungkin timbul jika terjadi titik api di sekitar wilayah tersebut.
Kapolsek Pelangiran, Iptu Iwan Saputra, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan announcer presisi ini merupakan bentuk nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Menurut Iptu Iwan, pendekatan preventif melalui dialog langsung dan penyebaran informasi merupakan kunci utama dalam menekan angka kejadian Karhutla. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara aparat kepolisian dan partisipasi aktif masyarakat adalah syarat mutlak untuk menjaga kelestarian lingkungan di Kecamatan Pelangiran.
Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Pelangiran terpantau aman dan terkendali. Respons positif dari masyarakat terlihat dari antusiasme mereka dalam menerima selembaran maklumat dan mendengarkan himbauan yang disampaikan. Polsek Pelangiran berkomitmen untuk terus melanjutkan giat serupa secara rutin di berbagai titik keramaian lainnya guna memastikan pesan pencegahan Karhutla benar-benar meresap dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah hukumnya.

