Pencarian

Kabut Pekat Selimuti Kelok 17 Lintas Sumbar–Riau, Keselamatan Pengendara Jadi Prioritas

Pekanbaru, TanahIndonesia.id - Kondisi jarak pandang 3 hingga 4 meter di area ekstrem seperti Kelok 17, Lintas Sumbar-Riau, memang sangat rawan dan menuntut kewaspadaan penuh. Mengingat medan jalan yang penuh tikungan tajam, tanjakan, dan turunan, risiko kecelakaan meningkat drastis dalam kondisi kabut pekat.

Bagi pengemudi yang terpaksa melintasi jalur tersebut dalam kondisi ini, beberapa langkah keselamatan berikut sangat krusial untuk diterapkan:

Gunakan Lampu Jarak Dekat (Low Beam) atau Fog Lamp: Hindari penggunaan lampu jauh (high beam) karena cahayanya akan memantul pada partikel kabut dan justru membuat pandangan semakin putih dan silau.

Gunakan Marka Kiri Jalan sebagai Panduan: Fokuskan pandangan pada garis putih di bahu kiri jalan untuk menjaga kendaraan tetap di jalurnya, guna menghindari tabrakan frontal dengan kendaraan dari arah berlawanan.

Buka Sedikit Kaca Jendela: Mendengarkan suara mesin, rem, atau klakson dari kendaraan lain sangat membantu di tikungan buta (blind spot) ketika visibilitas visual tidak bisa diandalkan.

Bunyikan Klakson Menjelang Tikungan: Berikan isyarat suara setiap kali mendekati belokan tajam untuk memperingatkan pengemudi dari arah depan.

Hindari Lampu Hazard Saat Melaju: Lampu hazard hanya untuk keadaan berhenti darurat. Jika dinyalakan saat berjalan, pengemudi di belakang tidak akan tahu jika Anda hendak berbelok karena fungsi lampu sein tertutup.

Jaga Jarak Ekstra: Kurangi kecepatan secara drastis dan beri ruang pengereman yang jauh lebih panjang dari kendaraan di depan.(**)